A.
TEMA : Social
Distancing
B.
Tujuan :
1. Mengungkap
kondisi seseorang ketika mengalami social distancing
2. Mengetahui
dampak social distancing bagi psikologis
C.
Sifat
Angket : Data Kualitatif
D.
Jenis
Angket : Angket Tertutup
E.
Target
Person :
Pelajar
(SD,SMP,SMA dan Mahasiswa)
F.
Waktu
: Rabu,25
Maret 2020 s/d
Selasa, 31 Maret 2020
G.
Daftar
identitas responden
|
NO.
|
NAMA
|
JENJANG PENDIDIKAN
|
|
1.
|
Muhammad
Farid
|
Mahasiswa
|
|
2.
|
Putri
Elita Wahyuningsih
|
Mahasiswa
|
3.
|
Gilang
Rainaldi Pangestu
|
Mahasiswa
|
|
4.
|
Shabrina Fakhriati
|
mahasiswa
|
|
5.
|
Nala Fitrotal Izah
|
Mahasiswa
|
|
6.
|
Siti Sumarni
|
Mahasiswa
|
|
7.
|
Yena
|
Mahasiswa
|
|
8.
|
Febri eko wicaksono
|
Mahasiswa
|
|
9.
|
Tiyas
|
SMK
|
|
10.
|
Aji Dwi Atmojo
|
SMK
|
|
11.
|
Dewi aisah
|
Mahasiswa
|
|
12.
|
Haryanto
|
Mahasiswa
|
|
13.
|
Tia sherwina
|
Mahasiswa
|
|
14.
|
Misbahul anam
|
Mahasiswa
|
|
15.
|
Indra yulistia utama
|
Mahasiswa
|
|
16.
|
Faraz aqbal Andika Saputra
|
Mahasiswa
|
|
17.
|
Fatih Akyas H
|
Mahasiswa
|
|
18.
|
Dera arsalan
|
Mahasiswa
|
|
19.
|
Alfiandi zevanya rayhan
|
Mahasiswa
|
|
20.
|
Muhammad Nur Cahya
|
Mahasiswa
|
|
21.
|
Undertaker (Nama disamarkan)
|
Mahasiswa
|
|
22.
|
Farouq Ikhsan Herlambang
|
Mahasiswa
|
|
23.
|
Tri Sugiarto
|
Mahasiswa
|
|
24.
|
Anggi
|
Mahasiswa
|
|
25.
|
Rizky
|
Mahasiswa
|
|
26.
|
Salsabila
|
Mahasiswa
|
|
27.
|
Ahmad Bashoir
|
Mahasiswa
|
|
28.
|
Vila Novitasari
|
Mahasiswa
|
|
29.
|
Muhammad Abdul Malik
|
Mahasiswa
|
|
30.
|
Martha Dinata
|
Mahasiswa
|
H.
Presentase
pendapat dari responden
Saya membuat 21 pertanyaan tertutup.
Alternatif penyelesaian dalam angket saya yakni dengan pilihan ganda yang
terdiri dari ya dan tidak. Terdapat presentase dari masing-masing pertanyaan,
berikut daftar pertanyaan tertutup beserta presentasinya :
1. Apakah
anda sedang menerapkan Social Distancing seperti anjuran pemerintah ?
Presentase
yang menjawab :
Ya
: 93,3 %
Tidak
: 6,7 %
2. Apakah
penerapan Social Distancing mengganggu kegiatan anda sehari-hari ?
Presentase
yang menjawab :
Ya
: 43,3 %
Tidak
: 56,7 %
3. Ketika
harus menerapkan Social Distancing apakah anda merasa kesepian ?
Presentase
yang menjawab :
Ya
: 40 %
Tidak
: 60 %
4. Ketika
harus menerapkan Social Distancing apakah anda merasa ada perubahan nafsu makan
?
Presentase
yang menjawab :
Ya
: 46,7 %
Tidak
: 53,3 %
5. Ketika
harus menerapkan Social Distancing apakah anda merasa ada perubahan mood ?
Presentase
yang menjawab :
Ya
: 60 %
Tidak
: 40 %
6. Ketika
harus menerapkan Social Distancing apakah anda merasa senang?
Presentase
yang menjawab :
Ya
: 43,3 %
Tidak
: 56,7 %
7. Apakah
kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan (Daring) ?
Presentase
yang menjawab :
Ya
: 96,7 %
Tidak
: 3,3 %
8. Ketika
harus menerapkan Social Distancing apakah guru memberikan tugas yang lebih
banyak dari biasanya ?
Presentase
yang menjawab :
Ya
: 80 %
Tidak
: 20 %
9. Apakah
anda memiliki waktu yang cukup untuk diri sendiri (Me Time) ?
Presentase
yang menjawab :
Ya
: 86,7 %
Tidak
: 13,3 %
10. Apakah
anda memiliki waktu yang cukup untuk keluarga ?
Presentase
yang menjawab :
Ya
: 73,3 %
Tidak
: 26,7 %
11. Apakah
anda merasa lelah karena Social Distancing Batas menjadi tidak jelas, blurred
boundaries itu melelahkan sekali secara mental karena anda harus stand by
seharian?
Presentase
yang menjawab :
Ya
: 80 %
Tidak
: 20 %
12. Menurutmu
apakah pembelajaran online (Daring) itu efektif
?
Presentase
yang menjawab :
Ya
: 20 %
Tidak
: 80 %
13. Apakah
anda memiliki kecemasan ketika terpaksa harus keluar rumah dan berhubungan
dengan banyak orang ?
Presentase
yang menjawab :
Ya
: 53,3 %
Tidak
: 46,7 %
14. Apakah
anda adalah orang yang sangat bergantung pada interaksi sosial ?
Presentase
yang menjawab :
Ya
: 50 %
Tidak
: 50 %
15. Ketika
harus menerapkan Social Distancing apakah anda menjadi lebih sering menggunakan
social media ?
Presentase
yang menjawab :
Ya
: 90 %
Tidak
: 10 %
16. Ketika
sedang melakukan pembelajaran online apakah ada orang tua atau wali yang
mendampingi anda belajar ?
Presentase
yang menjawab :
Ya
: 20 %
Tidak
: 80 %
17. Apakah
waktu belajar anda sering bertabrakan dengan kegiatan membantu orang tua di
rumah ?
Presentase
yang menjawab :
Ya
: 66,7 %
Tidak
: 33,3 %
18. Apakah
keluarga anda memahami konsep belajar Online ?
Presentase
yang menjawab :
Ya
: 76,7 %
Tidak
: 23,3 %
19. Ketika
harus menerapkan Social Distancing apakah anda merasa terisolasi ?
Presentase
yang menjawab :
Ya
: 43,3 %
Tidak
: 56,7 %
20. Apakah
anda merasa Social Distancing ini berdampak pada keuangan anda ?
Presentase
yang menjawab :
Ya
: 83,3 %
Tidak
: 16,7 %
21. Ketika
Social Distancing apakah anda merasa harus melakukan suatu tindakan secara
berulang-ulang ? (Misal : mencuci tangan, membersihkan meja, dll)
Presentase
yang menjawab :
Ya
: 80%
Tidak
: 20 %
I.
KESIMPULAN
Dari angket yang telah diisi oleh responden,
terdiri dari 93,3% mahasiswa dan 6,7 siswa SMK
dapat saya simpulkan bahwa sebagian besar responden telah menerapkan social
distancing walau tidak sedikit pula yang mengakui bahwa penerapan social
distancing mengganggu kegiatan sehari-hari mereka. Sebagian responden merasa
bahwa mereka mengaku senang dengan kebijakan social distancing. Karena bagi
responden yang memiliki kepribadian Introvert menggunakan kesempatan untuk
istirahat dari kegiatan sosial.
Dalam
kondisi yang sedang terjadi sekarang ini banyak guru/dosen yang tetap
melaksanakan kegiatan belajar mengajar daring (dalam jaringan), namun dalam hal
ini banyak terkendala oleh fasilitas, dosen atau guru jadi memberikan tugas
dalam setiap pertemuan alih alih menjelaskan materi setiap minggunya dan
membuka sesi pertanyaan apabila dalam penyampaiannya tidak jelas, karena hal
itu para siswa mengaku tenaga pengajar memberikan tugas lebih banyak dari
biasanya. Kemudian kegiatan belajar mengajar secara daring ini tidak
dilaksanakan sesuai jam kuliah sehingga batas menjadi tidak jelas (waktu maupun
kemampuan), blurred boundaries itu melelahkan sekali secara mental karena siswa
harus stand by seharian penuh menghadap laptop atau smart phone mereka dengan
keadaan data internet yang menyala, dan tentunya hal ini menjadi semakin rumit
karena keuangan mereka menjadi terganggu. Banyak siswa yang mengaku bahwa
kegiatan belajar mengajar dalam jaringan ini tidak efektif, namun dalam keadaan
darurat harus tetap dilakukan walaupun banyak kelebihan dan kekurangannya.
Di dalam
lingkup keluarga, siswa memiliki waktu lebih untuk berkumpul dengan keluarga namun
tidak semua orang tua memahami kegiatan belajar mengajar daring sehingga waktu
kuliah sering berbenturan dengan waktu untuk membantu orang tua.
Perilaku
siswa yang mengaku terisolasi, kesepian, perubahan nafsu makan, dan perubahan
mood mendorong adanya gejala depresi yang didukung oleh meningkatnya penggunaan
sosial media secara berlebihan. Kemudian tindakan yang dilakukan oleh siswa
yang sedang menerapkan social distancing di rumah adalah kecenderungan melakukan
suatu tindakan secara berulang-ulang misalnya mencuci tangan, mandi,
membersihkan sesuatu. Tindakan ini dapat menjadi penyebab gangguan OCD
(Obsessive Compulsive Disorder ) dikarenakan ketakutan terkena bakteri
atau virus saat bersalaman dengan orang lain dan cemas akan ada kotoran yang
pindah di tubuh Anda, mandi sebersih mungkin dan dalam waktu yang lama agar
tidak ada kuman menempel di tubuh yang berasal dari luar rumah.

Comments
Post a Comment